And... It began
An odd lyrics translation
Email from Yesterday
Silent Talk
And I'll tell you all about it when I see you again
We've come a long way from where we began
Oh, I'll tell you all about it when I see you again
When I see you again...
Do we have to know the answer?
Books that They Read
Hadits for ROTD
Memperbaiki Kesyukuran
Life in Graduate School
I know now that I have my favorite tutor. yay! Alhamdulillah.
I actually tried to ask his help and he just agreed on it right away. That boy, can I borrow your brain?
huhu.
"At what time it's convenient for you?"
"umm, 10 am?
"okay, that works!"
"cool!"
"how about the place? are you at Rundel reading room by tomorrow?"
"I'll go to your office?"
"oh really?" *terharu*
"yea... haha"
"okay, thank you! really appreciate that!"
"no problem!"
"see you tomorrow"
"see you...!"
and that's how he started helping me with study before the exam. It's pretty clear and much easier to follow his explanation through the chapter. once again, Can I borrow your genius brain?! :o
This class makes me crazy and wanna run to the wall and hit my head repetitively! bahahha.
Anyway, thanks Cameron! Its very kind of you!
Nyan keuh, jak lom u Amerika. Jak gob jak tanyoe, trok keunoe, rhoe ie mata. T.T
Melihatmu di merata tempat
menyelinap dari belakangmu, lalu memelukmu yang tertidur, lalu membaringkan diri di sebelahmu, ataupun sambil merangkulmu. diam-diam saja aku melakukannya.
maka jenak ini bernama rindu.
Kau akan mungkin sedang memasak, atau memanaskan sup ketika aku tiba di rumah hampir tengah malam.
"makan apa di jalan?" begitu tanyamu, dalam rekam jejak memoriku.
atau
"bagaimana di rumah sana?"
Lalu aku akan bercerita panjang lebar hari-hariku di rumah kos di Banda Aceh, bersama Dek Alfir dan Dek Amar. Lalu aku ganti bertanya dan kau akan bercerita tentang hari-harimu di sekolah dan di rumah dengan Ayah dan Dek Ata. Karena hanya kalian bertiga di rumah. Maka ceritamu akan berkisar tentang Ata dan hal-hal lucu yang dilakukannya di rumah. Tentang ayah yang selalu sabar mengantar dan menjemputmu saban hari. ya, tentangnya, laki-laki yang kau banggakan setelah ayahmu. Ataupun juga tentang sayur bayam yang menurutmu terasa aneh sekarang. Tentang bumbu pisang goreng langganan kita puluhan tahun yang tidak berubah rasanya. Tentang uwak dekat rumah atau ibu guru tertentu temanmu di sekolah. Atau pula tentang piring berwarna putih yang lebih kau sukai lalu aku akan menimpali kalau aku menyukai versi warna hitamnya karena aku lebih dulu melihat gelasnya. Lalu kita berusaha memuji warna kesukaan kita masing-masing, 'iyaa, dua-duanya bagus juga..."
Hal remeh temeh dan segala tentangmu yang membuatku tersenyum sendiri atau mengerjapkan mata yang tiba-tiba berair tiap kali mengingat sosokmu. Sedu tertahan, aku tahu untuk beberapa saat lamanya aku tak bisa menghamburkan diri ke arahmu, ke dalam dua tanganmu. Lalu engkau akan mengusap kepalaku. Hening di sela dudukku bernama rindu.
Kadang di lain waktu aku akan duduk di meja makan, menungguimu. mungkin engkau sedang memanaskan sup dan ikan buat makan malamku yang sudah dini hari. Walaupun aku tak makan banyak, dan bilang tak apa, kau tetap melakukannya jika kau tahu aku pulang. Lalu kau akan menemaniku makan, meletakkan emping goreng kesukaanku di atas meja sambil menanyaiku banyak hal, menatap wajahku dalam-dalam. Aku seperti bisa melihat kedalaman hatimu di bening teduh matamu. Ada binar di sana, menghangatkan tiap sudut hati yang dingin. Aku selalu bersyukur tiap kali pulang melihat wajahmu.
Kau juga akan menanyakanku ingin dimasakkan apa. Atau kau akan membawakanku kue jajanan atau mie goreng yang dijual di sekolahmu. Aku seperti merasa masih berlari-lari dalam seragam merah putih dan engkau setiap pagi menyisir rambutku. kadang aku seperti masih bisa mendengar omelan pagi khasmu karena kami tidak bergegas atau tidak menghabiskan sarapan atau bertengkar rutin yang tidak jelas juntrungannya dan membuatmu kesal.
Aku masih ingat ketika dengan hati-hati bertanya padamu apakah aku membuatmu sedih dan kesepian karena jarang sekali pulang dan tinggal berjauhan darimu, atau bahkan ketika memutuskan melangkahkan kaki memenuhi janji dan cita-citaku. Aku memutar-mutar cangkir kopiku dengan senyum berusaha mencandaimu bahwa engkau pasti punya ayah yang begitu perhatian dan tidak mungkin akan kesepian. aku setengah bercanda sebenarnya. :)
Kau berbalik dari counter meja dapur sedang mengaduk kuah yang sedang dimasak, tersenyum sebentar menatapku.
"Mungkin karena mamak ingatnya kamu di Banda aja, gak jauh. jadi masih bisa lah, gak apa-apa. Jadi gak terlalu berasa"
Sambil mengangguk-angguk lega, paling tidak aku tidak membuatmu sedih dengan jarang menghabiskan waktu di rumah. Sejujurnya ada rasa bersalah dan tercubit ketika tiap kali engkau menelfon namun pertanyaanmu selalu tidak pernah lupa,'kapan pulang?'.
Aku menikmati semua saat bersamamu Mak. diomeli, dimarahi, diceritakan banyak hal, mengantarmu belanja, membuatkan teh, membukakan jendela kamarmu di pagi hari dan menutupnya sebelum magrib. Menemanimu di dapur, berceloteh banyak hal, tertawa dan kadang merengek tidak penting namun menyenangkan hatiku. menonton TV bersamamu walau lebih sering aku kemudian berbaring dan dipijat minyak kayu putih jika aku sedang kurang sehat. Atau sebaliknya, memijat kepalamu dan bercerita kesana kemari tentang hari-harimu dan banyak hal yang kau lakukan yang banyak sekali terlewatkan olehku.
Tahukah mak, engkau masih seseorang yang paling bisa membuatku tertawa tiba-tiba ketika sendirian lalu terduduk diam di sisi tempat tidur dan nelangsa mengingat semua hal tentangmu. Yang membuatku mennagis diam-diam saat menyuapkan makanan ke mulutku karena mengingat masakanmu yang selalu menjadi primadona dan senyum bahagiamu ketika menunggu kami mencicipinya lalu serempak memuji rasanya.
"Enak kalii alhamdulillaaah"
"aaah... surga duniaa..."
"Kekmana dulu gak pernah mendekati rasanya kalau kami yang buat?"
dan segudang komentar yang membuatmu tertawa-tawa dan menyuruh kami melanjutkan makan. Kau mungkin berusaha menyembunyikan emosimu saat itu, anak-anakmu pulang, duduk mengitari meja makan dan makan masakanmu, menikmatinya seolah kami anak-anakmu yang kemarin pagi masih diantar ke taman kanak-kanak, yang hampir setiap saat selalu merepotkanmu.
Engkau pula, yang suara, wajah di layar saat sekarang kita terpisah jauh selalu menjadi obat penentram gelisahku. Skype berjam-jam yang mampu kita lakukan untuk membunuh rindu, mendengarkan ceritamu tentang hari itu, tentang kelucuan seminggu lalu, tentang saudara yang meninggal, tentang sepupu yang menikah atau melahirkan, tentang kau dan ayah yang pergi ke pasar atau sekedar jalan-jalan.
Rindu itu menguap sesaat namun segera tertabung lagi setiap kali kita usai menutup layar. Selalu begitu.
Mak, selalu ada wajah dan senyummu di merata tempat tiap kali aku mengayunkan langkah di sini. kadang di rumah, di dapurku, di sudut kamarku, atau di belakangku menungguku selesai tilawah, aku merasa engkau ada di merata sudut. Aku tahu, aku rindu padamu sebanyak itu.
Friday's Quote
(a Persian Poet of 1300)
Kebaikan di sore Rabu
Begitu berada di dalam aku mulai mengambil beberapa barang yang tiba-tiba terlihat seperti kubutuhkan. Dan susu? tiba-tiba aku berubah pikiran dan menggantinya dengan sebotol jus. aku masih berputar-putar sambil berfikir menu makan malam. Sepertinya aku ingin sesuatu yang berbeda dari kemarin dan kemarinya lagi. Aku menuju rak chips kentang. memilih-milih ketika aku sadar lelaki tua tadi tampak mulai gusar dan suaranya mulai meninggi. Rak chips kentang tempat kuberdiri sekarang hanya berjarak sekitar 4 meter dari counter depan kasir. Polisi tadi selesai dan sekarang berjalan menuju kasir.
"Hello! everything alright here?" sapanya sambil melempar pandang pada lelaki tua yang sejak tadi tidak berhenti bicara. oke, sekarang aku mulai memperhatikan mereka, tidak lagi fokus pada chips kentang di rak hadapanku.
"I missed the shuttle bus but it already stop running, you know. Its latest hour passed.... I can't ...."
gone?
Welcome back, said school!
Senja yang kutemui

Today's wrap-up
Alhamdulillah, setelah berhari-hari kepikiran terus dengan SSN (social security number), akhirnya Jumat tadi selesai urusan. Yet, there's still thing I hate about my so careless self. I thought I already filed every documents in the binder. Yet, arriving there, with very short queuing time, and sat across the counter only to be told that I have everything but my original DS2019. Graaaa! *fire everything*
Going back, sitting on the back seat and keep thinking how could I mistaken bringing the copy of the document not the original one. I mean okay I am careless sometimes (too many times, honestly) but, in such situation? please. Pull yourself together, girl! *self burying*
We got back to the office two hours later because a friend who gave me a ride need to go to Jumah prayer. Fortunately the whole process was really fast, not complicated at all, beyond my expectation! Oho! It helps me a lot and felt so much relieved, and more over the lady behind the country was also very kind during the process. She's not talking much but her kindness just propagated everytime she asked me questions and then typed them. Overall, I enjoyed it very much and not even having time to feel bored, xD.
My SSN card will be mailed to my address within two weeks, yay, alhamdulillah. I waited for my friend picking me by browsing Instagram of Friday fact which just led me from one laughter to other ones. =))
Then in sudden I just feel like listening to The Ballad of Wild Bill by George canyon. A cowboy strikes with his guitar and very great voice! Awesome performance in a movie I just watched recently. Cheesy but not that bad, fun enough to entertain your brain when final is right before your eyes. Go watch it if you can chew some not so much drama romance story. :)
I continued my Friday out to my department for the last meeting of PGSA (Physics Graduate Student Association) of the Fall semester and also the announcement for the winner of journal club. Guess what, as what I expected, the mutuwah face just won the second place! Yay! Gonna get an ice cream treat! *senyum hantu sikit* hahah
Going home and thank god we didn't miss the bus since its already dark and cold and about to rain. What a blessed Friday. Terima kasih ya Allah at as segala kemudahan dan limpahan nikmat yang Engkau berikan, semoga aku menjadi bagian Dari orang yang selalu memperbaiki kualitas kesyukurannya. Amin ya Rabb.
Have a great and blessed Friday, everyone!
Memory brings them back
A cup of frozen yogurt
Well... We'll see
Btw, for fun, I just found them quite good saying things I want to say for this kind of time. XD
Welcome to zz's home
About Me
- My Story-Cup
- an ordinary girl who wants to remember her life journey in words since God gives us the way to forget.
Frequently visited
- Aceh Institute
- All About Craft
- Beasiswa-ADB
- Beasiswa-ADS
- Beasiswa-DAAD
- Beasiswa-Erasmus
- Beasiswa-Fulbright
- Beasiswa-Monbusho
- Beasiswa-Taiwan
- Beasiswa-Turki
- Bukan Muslimah Biasa
- Craft in Style
- Detik.com
- Edukasi-KOMPAS
- Erasmus Mundus Info
- Fukui Mesjid
- Gramedia
- Hyperdia-Japan
- Indonesian Culture
- Islamic Center in Japan
- Islamic Center in USA
- Islamic Quotes
- Japan Dorama
- Japan Guide
- Japan Halal Food
- Japanese Culture
- Japanese Recipe
- Khaosan hostels
- KMII Jepang
- Life in America
- Life in Australia
- Life in Japan
- Lonely Planet
- LPSDM Aceh
- Movie Review
- Nice Quote
- Occupy Wall Street
- PHD Comics
- PPI Komisariat Fukui
- Scientific American
- Serambi Indonesia
- Taipeh Grand Mosque
- Taiwan Universities
- TEMPO
- TIME Magazine
- US College
- Voa-Islam
- World Architecture
Friend's Home
Blogwalker
Total Pageviews
Labels
- Heart (1)
Popular Posts
Blog Archive
- May 2017 (1)
- December 2016 (2)
- May 2016 (1)
- November 2015 (3)
- March 2015 (6)
- January 2015 (2)
- December 2014 (2)
- October 2014 (4)
- September 2014 (7)
- August 2014 (1)
- March 2014 (1)
- February 2014 (7)
- January 2014 (8)
- December 2013 (1)
- October 2013 (1)
- September 2013 (4)
- August 2013 (2)
- July 2013 (4)
- June 2013 (8)
- April 2013 (3)
- March 2013 (7)
- February 2013 (4)
- January 2013 (4)
- December 2012 (4)
- October 2012 (8)
- September 2012 (2)
- July 2012 (3)
- June 2012 (1)
- May 2012 (7)
- March 2012 (1)
- February 2012 (1)
- January 2012 (1)
- November 2011 (7)
- October 2011 (4)
- September 2011 (3)
- June 2011 (1)
- April 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (5)
- September 2010 (4)
- August 2010 (2)
- June 2010 (1)
- May 2010 (7)













