Manusia...

~Don't think of the things you didn't get after praying, think of the countless blessings Allah gave you without you even asking ~ (Maher Zein)

Astaghfirullah, semacam tamparan keras yang mendarat. Ampuni kealpaan diri kami untuk bersyukur selalu pada nikmatMu ya Rabb.


Prada, catatan awal Rajab 1433 H
Ramadhan yang ke 26 kali di hidupku makin dekat, sampaikanlah usia kami di bulan yang penuh rahmat dan ampunanMu. Aamin.

Janji Allah Itu...:)

Allah tidak pernah mengambil sesuatu darimu tanpa menggantinya dengan yang jauh lebih baik bagimu dan lebih disukaiNya. Alhamdulillah ^^

Tanda Allah Menyayangi Kita

I just found this in my friend's blog, Hamizah. She herself wrote that it's from others. haha. Anyway, as long as it's a good thing to be shared it doesn't matter how many times people shared it, right? Dakara, koko ni mo shitain desu. ^^
Oh, one more thing, I wanna let it still in its Malay version, semacam hal baik buat zz nak mengingat sikit kenangan bersama mereka di hari-hari dulu, :D


Ada beberapa tanda yang Allah sayang pada kita...


Diberikan kesedihan.
Dengan kesedihan itu kita akan sering menyebut namaNya.

Diberi kesakitan.
Dengan kesakitan itu kita akan sentiasa memohon kesembuhan dariNya.

Diberikan kesusahan.
Dengan kesusahan itu kita akan menjadi redha.

Di berikan kehilangan.
Dengan kehilangan itu kita meminta yang terbaik dari Allah.

Di berikan penderitaan.
kerana hanya jiwa yang menderita akan selalu dekat pada Allah.

Diberikan kemiskinan.
kerana Allah mahu kita meminta kepadaNya.

Diberi kehinaan.
kerana Allah mahu kita mohon kemuliaan dariNya.

Oleh itu ...
jangan terlalu banyak ketawa.
jangan terlalu bersuka ria.
kerana Allah akan jauh dari kita.

Tiga Dunia

Aku punya tiga dunia yang tercipta begitu saja, masing-masing kumainkan tanpa perlu kubaur satu dengan yang lainnya,

Aku punya tiga dunia, yang dengan mereka aku berbagi apa saja, kugurat di tiga tempat berbeda, sesuka hati dan inginku saja,

Aku punya tiga dunia, yang pada mereka aku menyimpan tarik senyum dan lirih pilu dalam aksara dan sambung dan patahnya lisan mengeja,

Aku punya tiga dunia, yang kuanggap setia dan melihatnya tetap begitu rupa membuatku bahagia tanpa suara,

Aku punya tiga dunia, yang kuanggap sebagai lemari rahasia yang berbagi hanya jika ditemukan tanpa sengaja,

Aku punya tiga dunia, yang mereka tak akan bercerita dan mendatangi siapa saja, hanya jika ada yang datang dan melongokkan kepala suatu kala,

Aku punya tiga dunia, yang kuletak pada rak kasat mata di tepian ujung gerak jari beberapa manusia,

Hal-Hal yang tak Tersampaikan

Kata Nazrul Anwar -jika aku tak salah mengingat namanya- seyogyanya
hati adalah tempat sesuatu mengalir, bukan sesuatu untuk menyimpan. Indah sekali jika kita bisa melakukan tepat seperti itu ya? Sudah tentu.
Tapi nyatanya, hingga sekarang pun, hati masih termanfaatkan sebagai tempat
paling rapi untuk menampung, menyimpan, menelan(meski tak punya rongga layaknya
mulut), merenung, ‘memuntahkan’ kembali hal-hal yang pernah mengendap di
dalamnya, membiarkannya ‘berjalan-jalan’ di dalam kepala kemudian kembali lagi
ke relung dalam sana.

Burukkah hal
seperti itu? Jujur saja kalau di saat seperti ini, aku sedang tak ingin
dihakimi. Aku pasrah saja. Adalah benar adanya aku mengendapkan segala yang
tidak sampai ke kerongkonganku, keluar melalui bibirku, dibunyikan oleh
suaraku, jauh di dalam hati. Entahlah, hingga setua inipun aku tak tahu
seberapa jauh dasar di dalam sana, melihatpun tak pernah, namun terkadang,
dalam meraba dan buta, aku merasa bahwa titik terjauh itu memang begitu dalam,
dalam sekali, bahkan tujuh hari tujuh malam, bisa jadi sebuah batu belum tentu
akan menyentuh dasar saat dilemparkan ke dalam sana. Berlebihan? Ah, aku sedang
tak butuh penghakiman. Aku mengatakannya dengan jelas sejak awal bukan.

Maka, hati kemudian menjelma lautan tak berdasar yang tak pernah dangkal saat menyimpan
apa-apa yang kuinginkan atau tak kuinginkan. Ya, tak semua bisa kukendalikan
sedemikian rupa. Sedih sekali sebenarnya jika mengingat hal yang satu ini, tapi
sejujurnya aku senantiasa berusaha menepis, menjernihkan, membuang apa-apa yang
tak membaikkan untuk tinggal di dalam, kualirkan keluar. Beberapa tak butuh
usaha yang berarti, beberapa begitu menguras energi, beberapa malah harus
kuulang hingga beberapa kali. Sadar atau tanpa sadar, sengaja atau tanpa
disengaja, terjadi sedemikian rupa.

Sesederhana itu...

Banyak hal yang rumit yang mungkin sebenarnya sederhana, sesederhana berbuat baik yang terkadang bisa terlihat begitu sulit. Sungguh hati yang menyimpan semua jawab atas tanya ini.
Lama tak menulis di sini, tadi zz putuskan untuk nge-post salah satu notenya Penulis terkenal, Tere Liye, yang salah satu bukunya Hafalan Shalat Delisa telah difilmkan. *pengen nonton... ^^/*

Zz belum baca semua bukunya, baru Hafalan Shalat Delisa dan Bidadari-Bidadari Surga, ditambah dengan kadang main ke note-note beliau. Dari situ, salah satu yang menjadi ciri khas penulis ini, menurut zz, adalah kesederhanaan bahasanya, kedalaman maknanya, dan 'terbaca' sekali seperti apa ingin penulisnya ketika menuliskannya. Semoga Allah senantiasa merahmati orang-orang baik yang berusaha berbuat baik dengan apa yang mereka punya. satu lagi yang mungkin jarang sekali kita temui, keterlibatan hati saat membaca tulisannya. Bahkan bisa dibilang beliau piawai sekali 'mengajak orang untuk berkaca' dengan bahasanya yang sederhana tapi menyentuh hingga ke dalam sana. Sungguh bukan hal yang biasa, menurut zz. Betapa kemudian menangis bisa jadi salah satu hal yang tak terhindarkan ketika kita sampai bapda bagian-bagian tertentu. Padahal paragrafnya bukan tentang sedu sedan. Umm, zz selalunya kekurangan kata-kata baik yang pas agaknya untuk menjelaskan. Huhu. Intinya, beliau penulis yang sepertinya tahu betul, bahwa manusia juga manusia, siapapun dia, manusiawi sekali bahwa hal-hal sederhana dan mengharukan adalah rasa fitrah yang Allah berikan.

Untuk kali ini, zz kok pingin aja nge-post salah satu tulisan beliau. Sederhana, sarat makna. :)

Berakhlak Mulia
by Darwis Tere Liye on Wednesday, January 11, 2012 at 7:25pm

berakhlak mulia itu boleh jadi sama saja dengan membiarkan orang lain berprasangka buruk, membenci, bahkan memfitnah Anda, sedangkan Anda sendiri selalu berusaha berprasangka baik, menyayangi, bahkan menyanjung orang lain..

berakhlak mulia itu boleh jadi membuat Anda senantiasa tergugu, sakit, sesak, menangis dalam hati hanya demi benar2 menjaga agar pikiran, lisan, bahkan perbuatan tidak menyakiti orang lain.. sedangkan orang lain boleh jadi seperti air di daun talas, becek mulutnya, becek jemarinya mengetik tidak terbendung..

berakhlak mulia itu bisa jadi membuat Anda berpikiran pendek, ringan hati membantu meski untuk memberikan separuh kekayaan Anda, sedangkan orang lain berpikir sepanjang langit dan bulan, berat hati menolong padahal Anda berhak menerima pertolongan itu..

berakhlak mulia itu bisa jadi membuat Anda tidak populer, dijauhi bahkan mungkin dimusuhi... sementara Anda sebenarnya tidak melakukan apa-apa selain teguh atas sesuatu yg Anda yakini kebaikannya.. sebaliknya orang2 lain boleh jd disenangi, dipuja2 sejuta umat melakukan sesuatu padahal itu sungguh sebuah keburukan..

berakhlak mulia itu boleh jadi memang tidak pernah mudah..

tapi ponakan2ku yg cantik.. adik2ku yg manis.. yakinlah.. yakinlah, berakhlak mulia itu akan ditukar dengan wajah yg bercahaya menyenangkan.. dan tahukah kalian, bahkan bayi berumur 6 bulan yg sedang menangispun bisa berhenti lantas tertawa, karena dia tahu persis siapa yang sedang menggendongnya...

6 April 2009


Benar, sesederhana itu bukan...



What to say

well, we didn't talk much recently...