Nasihat yang tertolak itu



Adalah cukup beralasan kalau Rasulullah pernah bilang,"Jika engkau menikah, maka menikahlah dengan orang yang baik. Karena jika ia mencintaimu tentu ia akan memperlakukanmu sepenuh hatinya. Jika pun ia tidak mencintaimu, maka ia akan tetap memperlakukanmu dengan baik"

Benar, karena ia seseorang yang baik, tidak peduli ia bisa mencintaimu atau tidak, ia akan menjagamu dengan baik, memperlakukanmu dengan benar, memuliakanmu dengan kebaikan, menjaga izzah dan marwahmu dengan cara yang baik pula.

Hari ini, dalam hujan yang awalnya berupa titik-titik gerimis, lalu segera menjelma butiran deras yang mendekap dingin, air mata zz berbaur air hujan. Gak tahan, gak bisa terima. Allah, kadang sungguh keadilan milikMu di luar batas jangkauan kepahaman kami. Butuh waktu berbilang hingga kami bisa memahami kebijaksanaan hidup agar tertempa menjadi lebih baik. 

Bertemu dengan seorang sahabat yang kehidupannya di ambang retak. Dengan sedemikian ketidakbahagiaan dan rasa sakit yang dijalani, ketika ditawarkan sebuah solusi berat namun bisa jadi itu adalah pilihan yang bijak untuk dipertimbangkan, daripada berlarut-larut dalam ketidakbaikan tak tentu rupa begitu, dia menolak. Tulang zz seperti dilolosi mendengar jawabannya. Dia tidak ingin berpisah. Dia khawatir anak-anaknya terguncang psikologinya. Zz terdiam. Ini bukan kali pertama keluar dari lisannya. 

Duhai wanita, sungguh ada celah hati kalian yang tidak bisa aku jangkau, yang sulit aku pahami. Yang keputusanmu membuatku gamang. Bagaimana mungkin memaksakan diri dengan penderitaan yang sama terus menerus, bukankah dikatakan tidak akan berubah sesuatu jika kita tidak melakukan usaha untuk merubahnya? Wahai, adalah tidak baik menyerahkan diri untuk disakiti, merelakan keadaan yang sama berulang dalam siklus tanpa putus. Hati dan tubuh yang lelah, fikiran yang terbeban.Hhhh...

Duhai wanita, terbuat dari apakah hatimu? adakah pualam kaca? Sungguhkah pengorbanan dan semua yang kau tanggung hingga saat ini akan makin menguatkanmu. Tidakkah harusnya langkah tegas segera kau pertimbangkan untuk meninggalkan orang yang tidak bisa memuliakanmu dengan cintanya? Yang tidak menjaga kehormatanmu dengan lisannya, yang tidak bisa menguatkanmu di kala rapuh dan terpuruk. Dengan semua yang seperti itu mengapa masih berdiri di sana?

Kalian, aku sungguh tak bisa mengerti. 

zz kehilangan kata-kata. Hal yang paling bikin heart-wrench salah satunya adalah ketika suatu keadaan memburuk, kita berharap bisa melakukan beberapa hal atau paling tidak satu hal saja untuk membantu agar keadaan tidak memburuk, jika tidak bisa menjadikannya lebih baik. Namun, setelah semuanya, kemudian kita tersadar, kita tidak bisa melakukan apapun, satu pun, tindakan nyata untuk menolongnya. ( I lost my words, I really wanna help but she refused the choices I offered. How can she endure such kind of life?)

Pada satu titik, kembali lagi pada apa yang paling bisa kita lakukan untuk saudara kita, mendoakannya dengan segenap doa kebaikan di seluruh penjuru bumi dan langit. Ya, mendoakannya agar diberi kekuatan dan kelapangan hati untuk menjalani pilihannya. Satu lagi, dengan tidak pernah meninggalkannya dan membiarkannya sendiri. Walau bagaimanapun, dukungan manusia di sekeliling, apapun bentuknya, walaupun saran dan nasihat yang belum bisa ia terima, jangan pernah pergi dari sisinya, jangan meninggalkan saudaramu menderita hanya karena ego alasan bahwa ia keras kepala. Paling tidak tidak sekarang.

(Episode berkepingnya hati, pulang bersama hujan dan bening air, merasa setengah bagian hati seperti kram dan tidak terasa apa-apa).


5 comments:

Yotsuba said...

T.T
*banyak banget yang kayak gini, dan sama, juza sangat amat belum bisa paham sampai sekarang, satu sisi salut, sisi yg lain, menangis darah liat'a. Oh God, what should I do.

Yotsuba said...

btw kak, hadits itu dari mana? bagus sekali, semacam menjawab beberapa pertanyaan di benank juza. adakah sumber jelas'a?

My Story-Cup said...

@ Juza : bingung kali kan dek kalau udah kayak gini. Masalahnya sebenarnya dia gak tahan juga tapi memaksakan diri gak mau berpisah.

Kk kurang tahu itu apa itu termasuk hadits atau enggak, karena dengar pas ada kajian dan disebut perkataan, gak disebut hadits Rasul, lebih ke sedang menceritakan salah satu kejadian di zaman Rasul dek. pas kk googling, gak nemu juga hadits ini. Ni mau coba tanya lagi ke narasumbernya, itu hadits atau cuma perkataan biasa Rasul.

Yotsuba said...

Siiiip....arigatou...^o^

My Story-Cup said...

iie, zen-zen... :)

Post a Comment