Jalan Mengenalmu

Seseorang bernama baik di 2007 lalu sekali waktu berkata, “jika engkau ingin mengenal seseorang, maka bacalah apa yang ia baca dan yang ia tulis”

Aku terpaku sesaat hingga kemudian mengganggukkan kepala sepenuh sungguh. Setuju.
Sebenarnya ada berapa banyak orang yang membuatku terseret ke dunianya? berdecak kagum pada mewahnya nilai-nilai kebaikan yang dipuja pribadinya kala menemukan tulisan dan referensi bacaannya di belantara dunia maya? Mungkin tak perlu menyebutkan bilangannya, karena tak ada imbasnya kemana-mana. Yang lebih bermakna adalah proses bagaimana engkau menjadi lebih dekat dan mengenali sosok pribadi itu. Sungguh benar, tak tertukar, kita bisa mengenal mereka di kedalaman yang berinci-inci lebih jauh daripada di permukaan kala kita menjengukkan kepala kita pada baris kata yang mereka urai, pada buku yang mereka baca, pada hal-hal yang mereka nikmati. Kita mengejawantah sosoknya dalam wujud banyak hal, memberikan gambaran pelengkap yang terus menambah pemahaman menuju utuh tentang diri mereka luar dan dalamnya, sikap dan isi kepalanya, juga kebaikan hatinya. Walau mungkin puzzle itu tak pernah selesai, karena pada hakikatnya mengenali manusia adalah pelajaran tak berujung dan tanpa titik buat siapa saja, kan?

Adalah seseorang dengan  kepolosan dan kesederhanaannya, semangat dan spontanitasnya, bijaksana dan kebaikan hatinya yang berpendar seperti cahaya di sekelilingnya. Yang kukunjungi rumah katanya, yang membawakan setas penuh komik kesukaannya, setelah suatu kali kutanya, ‘seperti apa cerita yotsuba itu?” bacaan yang mulai kubaca belakangan ini lengkap dengan surat cinta darinya. Siapa sangka dia juga salah satu makhluk Tuhan yang demikian romantis. Harap jangan ditanya ap isinya, sungguh mati rahasia*ketawa ngakak jadinya*

Seseorang  yang dengan mengejutkan begitu saja membawakan satu cup Green Tea Coffee Latte di pagi yang dingin saat menjemput jogging, dan dengan senyum khasnya “untuk kakak, karena ingat kakak suka green tea”.  Sempurna melelehkan hati. Seseorang  yang ternyata mengunjungi rumah kata milikku, yang juga membaca salah satu buku favorit, Blink, Malcom Gladwell bahkan memutuskan untuk memilikinya. *toss dulu di bagian ini* =))

Gadis yang berjalan dengan dirinya. Itu kataku mulai hari ini buatmu ya. Yang kadang tatapan dan celetukannya saat bertemu tatapan dan celetukanku  pecah menjadi tawa karena seringkali kami sebenarnya ingin mengatakan hal yang sama dan memberi isyarat tanda paham dengan paham yang sama. Aneh tapi begitulah, tak ada jawaban pasti yang terukur  untuk kata ‘kok bisa’ saat iseng dan asal mengucapkannya tiap kali hal ajaib terjadi. Hahaha. Begitu saja kami seperti terhubung oleh benang merah yang entah bermula dimana dan entah berujung kemana. Sebut saja ini takdir Nya , yang mempertemukan manusia yang satu dengan lainnya lewat jalan mana saja yang disukaiNya, dan yang kami sukai.

Ada banyak episode cerita yang insya Allah akan menjadi lipatan-lipatan memori menyenangkan dan meneduhkan milik kami. Salah satunya tentu saja saat I’tikaf bareng di Mesjid Oman. Sungguh biar bahagia penuh makna itu mengendap di hati dan kepala kami saja. Ada banyak hal yang kadang tak terwakili dengan cukup bahasa saat diuraikan. Semoga kebaikan senantiasa menyertai episode cerita ini, lebih banyak kebaikan yang ditambahkan, saling mengingatkan dan memberi semangat, menertawakan hal lawak dan diri sendiri, menyemai harapan-harapan baik buat diri dan manusia sekeliling.

Untuk seseorang, adik kecil bijak yang selalu bersemangat itu, thank you for many great things we’ve been sharing these days. Thank you for  the thing you wrote related to the watery eyes, hihihi.  Well, you know who you are. As you said, same here, getting to know you is a gift from Allah. :)

4 comments:

Yotsuba said...

Huaaaa....Huaaa....Hua........telatnya juza baca..... suka kali dengan "Gadis yang berjalan dengan dirinya". makasih ya kaaaaaaak untuk postnya..... ;-*

*lawak kali teringat isi surat cinta.
*jangan bilang itu surat cinta yg pertama kk terima!
*tiba2 penasaran. pingin jumpa besok!


AHAHAHHAHAHA.....

My Story-Cup said...

Huehehe. Gakpapa telat kok Juza, kan gak sampe 2 purnama. =))

Yang pertama? kan kita perah baca surat cinta dari anak-nak itu di LIF bareng-bareng. XD

Dan ketika jumpa dengan suara bantal dn ketawa lawak. =))
AHAHAHAHA...

Carina Adhitia said...

happy for you two; kakak dan juza :)

My Story-Cup said...

ehehehe, lawak kali kami dek. thank you adeeekkk. :*

Post a Comment